Kepala BGN Resmi Beberkan Program Pembenahan Baru dan Berkelanjutan

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi topik hangat perbincangan di kalangan masyarakat.

Sebagai informasi bahwa program MBG adalah program unggulan gagasan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Program unggulan MBG juga dikenal sebagai janji politik Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada masa periode jabatannya, yakni selama 5 tahun menjabat.

Dalam pelaksanannya, program MBG dinaungi dan dikelola langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia (RI).

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini program unggulan MBG telah berjalan selama 1 tahun lebih 6 bulan.

Selama masa berjalannya program MBG, maka banyak isu dan pro kontra yang terjadi di masyarakat.

Pihak pro mengaku bahwa program MBG adalah program yang sangat mulia dan sangat membantu untuk mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.

Sedangkan, pihak kontra mengaku bahwa program MBG adalah program yang sangat mengeruk anggaran negara, dan banyak sekali celah korupsinya.

Ternyata opini dari pihak pro dan pihak kontra tersebut benar semua, dan saat ini banyak sekali masyarakat yang kurang rispek dengan program MBG karena para pejabat tinggi BGN telah terbukti melakukan korupsi hingga triliun rupiah.

Karena adanya kasus korupsi tersebut, akhirnya Presiden Prabowo Subianto telah melakukan perombakan besar-besaran di lini internal BGN.

Pada saat ini Presiden Prabowo Subianto telah resmi menunjuk Sudaryono untuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk menggantikan Nanik S. Deyang yang sebelumnya mengundurkan diri karena sakit.

Sudaryono, selaku Kepala BGN yang baru mengatakan, saat ini terdapat tiga skema perencanaan pembenahan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Skema pembenahan yang dilakukan yakni pertama, melakukan perhatian khusus terhadap perilaku koruptif yang terjadi pada beberapa waktu lalu, dan pihak BGN akan bekerja sama dengan Kejaksaan Agung serta bersikap kooperatif dengan lembaga yang menangani kasus koruptif di lini BGN.

Kedua, melakukan perombakan serta penyusunan ulang terhadap tata kelola program MBG dengan melakukan training dan pendidikan ulang terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Sudaryono, kepala dapur di setiap dapur adalah abdi negara, sehingga penting bagi kami memastikan abdi negara di setiap dapur itu bekerja dengan sebaik-baiknya, sebersih-bersihnya, dan memastikan menu yang tersaji itu adalah baik. Karena Kepala SPPG adalah pegawai kami, abdi negara di bawah Badan Gizi Nasional.

Ketiga, membangun sistem pengawasan yang kuat, pembenahan pencatatan secara terbuka, transparansi, dan akuntabel.

Sudaryono menegaskan, pihak BGN mengakui adanya kekurangan, pihak BGN mengakui ada hal yang memang harus diperbaiki. Kami mengakui bahkan ada pelanggaran. Tapi kami siap. Kita harus siap menantang masa depan, kita perbaiki, kemudian kita laksanakan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya.

 

Bersih-Bersih

Sudaryono Ungkap Arahan Pertama Prabowo Usai Dilantik Jadi Kepala BGN - Nasional Katadata.co.id

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, saat ini pihak BGN juga telah melakukan skrining atau bersih-bersih pegawai yang terbukti melanggar etika pekerjaan.

Setelah dilakukan skrining, maka pihak BGN telah memberhentikan 261 pegawai non aparatur sipil negara (non-ASN) setelah terbukti melakukan beberapa pelanggaran disiplin etika pekerjaan.

Dari total keseluruhan pegawai non-ASN yang diberhentikan tersebut, 37 diantaranya merupakan tenaga ahli, 39 pegawai ASN dan P3K.

Pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian besar pegawai tersebut ialah meliputi terlibat transaksi ilegal judi online, melakukan perjalanan gaib, dan melakukan korupsi tidak material.

Sudaryono menegaskan bahwa pemeriksaan dan skrining pegawai akan terus dilakukan agar nama BGN menjadi harum, dan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Related posts